green fertilizer®


PELUANG BISNIS
16 September 2008, 6:34 PM
Filed under: Tidak terkategori

KAMI SAAT INI PT. GREEN WORLD BORNEO SEBAGAI DISTRIBUTOR RESMI PUPUK ORGANIK MERK GREEN FERTILIZER DALAM MENGEMBANGKAN BISNIS USAHA, MENCARI MITRA DI SETIAP DAERAH UNTUK DIJADIKAN SUB DISTRIBUTOR, AGEN, DAN SUB AGEN SERTA COUNTER-COUNTER BUAT PEMASARAN PRODUK GREEN FERTILIZER . BISA DALAM BENTUK BADAN USAHA ATAU PERORANGAN.. SYARAT MUDAH YANG PENTING ADA NIAT USAHA PUNYA MODAL DAN KERJA KERAS. MINAT HUB. KAMI DI :

– boogleborneo@yahoo.co.id

– 081350034670 a/n: BAMBANG TEGAS PRIBADI.SE DIRECTOR U



Dokumentasi
17 Desember 2007, 1:11 PM
Filed under: Foto

picture16.jpgdsc02539.jpgpicture5.jpgpicture32.jpgpicture15.jpgdsc02486.jpgvr_movie-003_0002.jpgvr_movie-008_0002.jpgvr_movie-001_0003.jpgvr_movie-019_0004.jpgvr_movie-011_0002.jpgvr_movie-018_0001.jpgvr_movie-024_0001.jpgvr_movie-016_0001.jpgvr_movie-019_0005.jpgvr_movie-013_0001.jpgvr_movie-014_0002.jpg



Petunjuk Penggunaan Pupuk Green Fertilizer
16 Desember 2007, 1:24 PM
Filed under: Pedoman Pemakaian

TANAMAN BAWANG DAN JAHE

Ada 2 perlakuan dalam pemberian pupuk GREEN FERTILIZER® pada tanaman ini antara lain :

I. Perlakuan Pertama Yaitu Dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Sebelum penanaman, lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 2 kg pupuk GREEN FERTILIZER® dicampur dengan pupuk UREA sebanyak 100 kg (2 zak) untuk setiap Hektarnya. Diaduk hingga merata, kemudian ditaburkan pada bagian tanah yang akan ditanami. Namun sebelumnya untuk mendapatkan hasil yang baik, maka tanah tersebut digemburkan terlebih dahulu.

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara :

Ø Campurkan 5 sendok makan pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air dalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian tanaman bawang dan jahe secara merata keseluruh bagian tanaman.

Ø Waktu penyemprotan dilakukan pada saat 14 hari setelah tanam dan selanjutnya dilakukan setiap 7-10 hari hingga masa panen, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

TANAMAN SAWI, KOL, KENTANG, WORTEL DAN

KACANG-KACANGAN

Ada 2 perlakuan dalam pemberian pupuk GREEN FERTILIZER® pada tanaman ini antara lain :

I. Perlakuan Pertama Yaitu Dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Sebelum penanaman, lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 2 kg pupuk GREEN FERTILIZER® dicampur dengan pupuk UREA sebanyak 100 kg (2 zak) untuk setiap Hektarnya. Diaduk hingga merata, kemudian ditaburkan pada bagian tanah yang akan ditanami. Namun sebelumnya untuk mendapatkan hasil yang baik, maka tanah tersebut digemburkan terlebih dahulu.

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara :

Ø Campurkan 5 sendok makan pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air dalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian tanaman Sawi, Kol, Kentang, Wortel, dan Kacang-kacangan secara merata keseluruh bagian tanaman.

Ø Waktu penyemprotan dilakukan pada saat 14 hari setelah tanam dan selanjutnya dilakukan setiap 14 hari (2 minggu sekali) hingga masa panen, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

TANAMAN LOMBOK BESAR (Cabe), TEMBAKAU DAN TEH

Ada 2 perlakuan dalam pemberian pupuk GREEN FERTILIZER® pada tanaman ini antara lain :

I. Perlakuan Pertama Yaitu Dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Sebelum penanaman, lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 2 kg pupuk GREEN FERTILIZER® dicampur dengan pupuk UREA sebanyak 100 kg (2 zak) untuk setiap Hektarnya. Diaduk hingga merata, kemudian ditaburkan pada bagian tanah yang akan ditanami. Namun sebelumnya untuk mendapatkan hasil yang baik, maka tanah tersebut digemburkan terlebih dahulu.

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara :

Ø Campurkan 5 sendok makan pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air dalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian tanaman Lombok besar (Cabe), Tembakau dan Teh secara merata keseluruh bagian tanaman.

Ø Waktu penyemprotan dilakukan pada saat 14 hari setelah tanam dan selanjutnya dilakukan setiap 14 hari (2 minggu sekali) hingga masa panen, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

TANAMAN HIAS (BUNGA-BUNGAAN)

Ada 2 perlakuan dalam pemberian pupuk GREEN FERTILIZER® pada tanaman ini antara lain :

I. Perlakuan Pertama Yaitu Dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Sebelum penanaman, lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 1/2 sendok makan pupuk GREEN FERTILIZER® untuk setiap POT / wadahnya. Selanjutnya taburkan pada bagian tanah yang akan ditanami, namun sebelumnya untuk mendapatkan hasil yang baik, maka tanah tersebut digemburkan terlebih dahulu.

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara :

Ø Campurkan 5 sendok makan pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air dalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian tanaman Hias (Bunga-bungaan) secara merata.

Ø Waktu penyemprotan dilakukan pada saat 14 hari setelah tanam dan selanjutnya dilakukan setiap 14 hari (2 minggu sekali).

TANAMAN KAKAO (COKLAT)

Asumsi : Dalam Skala 1 Hektar

1 Hektar = 800 pohon

Untuk kebutuhan 800 pohon menggunakan GREEN FERTILIZER® :

Ada 2 perlakuan dalam pemberian pupuk GREEN FERTILIZER® pada tanaman ini antara lain :

I. Perlakuan Pertama Yaitu Dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Sebelum penanaman, lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 6 kg pupuk GREEN FERTILIZER® dicampur dengan pupuk UREA sebanyak 50 kg (1 zak) untuk setiap Hektarnya. Diaduk hingga merata, kemudian ditaburkan pada bagian tanah sekitar tanaman KAKAO (COKLAT) dengan jarak 1 kaki (± 30 cm), dengan dosis 3½ sendok (70 grm) setiap pohonnya Namun sebelumnya untuk mendapatkan hasil yang baik, maka tanah sekitar pohon tersebut digemburkan atau digali dengan kedalaman ± 5 Cm terlebih dahulu. Agar pupuk tersebut dipastikan terserap oleh akar didalam tanah untuk proses METABOLISME

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara :

Ø Campurkan 5 sendok makan pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air dalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian bunga untuk buah, batang, tangkai dan buah hingga merata.

Ø Waktu penyemprotan dilakukan setiap 2 bulan sekali hingga masa panen, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Ø Untuk kondisi tanaman KAKAO (COKLAT) yang kritis maka perawatannya agar lebih intensif dengan penambah frekwensi penyemprotan tiap 1 bulan sekali.

Catatan :

v Untuk PENABURAN dilakukan 2 Kali dalam setahun

v Untuk PENYEMPROTAN dilakukan sebanyak 6 kali dalam setahun

v Untuk penyemprotan bunga untuk buah sebaiknya pengaturan NORSELL (Alat Semprot) dibuat menyebar dan jarak semprotnya ± 20 cm.

v Untuk penyemprotan batang, tangkai dan buah, pengaturan NORSELL (Alat Semprot) dibuat 1 mata / arah agar hasilnya dapat memuaskan dan jarak semprotnya sedekat mungkin.

v Untuk mekanisme perawatan tanaman KAKAO (COKLAT) haruslah mendapat perhatian khusus dari para petani yakni untuk tanaman KAKAO (COKLAT) yang rimbun atau lebat maka terlebih dahulu dilakukan pemangkasan, serta buah KAKAO (COKLAT) yang telah diambil bijinya haruslah ditimbun di dalam lubang galian sebelum penyemprotan dan penaburan dilakukan.

TANAMAN KELAPA SAWIT (PALM OIL)

Asumsi : Dalam Skala 1 Hektar

1 Hektar = 125 pohon

Untuk kebutuhan 125 pohon menggunakan GREEN FERTILIZER® :

Ada 2 perlakuan dalam pemberian pupuk GREEN FERTILIZER® pada tanaman ini antara lain :

I. Perlakuan Pertama Yaitu Dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 8 kg pupuk GREEN FERTILIZER® untuk setiap hektarnya, kemudian ditaburkan pada bagian tanah sekitar tanaman Kelapa Sawit (PALM OIL) dengan jarak 1 kaki (± 30 cm), dengan dosis 3 sendok (60 grm) setiap pohonnya. Namun sebelumnya untuk mendapatkan hasil yang baik, maka tanah sekitar pohon tersebut digemburkan atau digali dengan kedalaman ± 5 cm terlebih dahulu. Agar pupuk tersebut dipastikan terserap oleh akar didalam tanah untuk proses METABOLISME

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara :

Ø Campurkan 5 sendok makan pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air dalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian bunga untuk buah, pelepah dan buah hingga merata.

Ø Waktu penyemprotan dilakukan setiap 1 bulan sekali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Catatan :

v Untuk PENABURAN dilakukan 2 Kali dalam setahun

v Untuk PENYEMPROTAN dilakukan sebanyak 6 kali dalam setahun

v Untuk penyemprotan bunga untuk buah sebaiknya pengaturan NORSELL (Alat Semprot) dibuat menyebar dan jarak semprotnya ± 20 cm.

v Untuk penyemprotan pelepah dan buah yang siap petik, pengaturan NORSELL (Alat Semprot) dibuat 1 mata / arah agar hasilnya dapat memuaskan dan jarak semprotnya sedekat mungkin.

v Untuk kondisi tanaman kelapa sawit yang kritis maka perawatannya lebih intensif. Jika jenis kelapa sawit itu jantan dari segi genetika, yang dapat dibuktikan dalam tempo yang cukup lama tidak pernah berproduksi, akibat kesalahan menyeleksi bibit pada waktu penanaman atau pernah produksi namun yang dihasilkan hanya bunga jantan, maka disarankan untuk dikonsultasikan kepada penyuluh lapangan tentang mekanisme perawatan selanjutnya.

v Jika pohon Kelapa Sawit sudah sering berproduksi namun hasilnya bunga jantan yang lebih dominan dibanding dengan bunga betina, maka haruslah mendapat perhatian khusus dari para petani dengan cara pemulihan kembali dari system METABOLISME tanaman tersebut. Dianjurkan untuk penggunaan pupuk GREEN FERTILIZER® ini lebih ditingkatkan frekwensi penggunaannya dengan pola penaburan yang dilakukan 3 kali dalam 1 tahun (setiap 4 bulan sekali) dan pola penyemprotan dilakukan setiap 2 minggu sekali sampai kondisi tanaman sudah berada pada kondisi normal.

TANAMAN PADI

PROSES PEMBIBITAN (PERSEMAIAN)

Menyiapkan benih padi (anakan) padi yang akan ditanam didalam satu wadah yang cukup untuk menampungnya. Selanjutnya masukan air kedalam wadah tersebut sebanyak 15 Liter disertai pupuk GREEN FERTILIZER® dengan dosis 5 sendok (100 grm). Rendam benih padi tersebut selama 24 jam, sebelum dipindahkan keareal persawahan. Perendaman benih ini dilakukan bertujuan agar tanaman padi dapat tumbuh dengan serentak.

MASA TANAM

I. Perlakuan pertama dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 3 kg pupuk GREEN FERTILIZER® dicampur dengan pupuk UREA 150 kg (3 zak) untuk setiap hektarnya, kemudian ditaburkan pada areal perawahan yang telah ditanamai benih padi yang sudah berumur 1 minggu.

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara:

Campurkan 5 sendok pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air kedalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian daun dan batang hingga merata.

WAKTU PENYEMPROTAN

1. Umur 3 minggu (21 Hari Setelah Tanam) berguna untuk menambah anakan padi

2. Umur 5 minggu (35 Hari Setelah Tanam) berguna untuk pertumbuhan anakan, mempersiapkan proses pembuangaan.

3. Umur 7 minggu (49 Hari Setelah Tanam) berguna untuk memperkuat bunga untuk buah padi agar kwalitas produksi biji padi lebih baik.

4. Umur 9 minggu (63 Hari Setelah Tanam) berguna untuk memperberat isi biji padi dan dapat menghindari dari serangan hama.

TANAMAN JAGUNG

Asumsi : Populasi Tanaman Jagung 40.000 / HA

Benih Yang Dibutuhkan Untuk Varitas Hibrida Yakni 25 kg/Ha

PROSES PEMBIBITAN (PERSEMAIAN)

Menyiapkan benih jagung yang akan ditanam di dalam suatu wadah yang cukup untuk menampung Selanjutnya masukkan air kedalam wadah tersebut sebanyak 15 liter disertai pupuk GREEN FERTILIZER® dengan dosis 5 sendok (100 grm), rendam benih jagung selama 12 jam sebelum ditanam. Perendaman ini dilakukan bertujuan agar tanaman dapat tumbuh serentak mencegah terjadinya serangan hama dn jamur.

MASA TANAM

I. Perlakuan pertama dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 5 kg pupuk GREEN FERTILIZER® dicampur dengan pupuk UREA 400 kg (3 zak) untuk setiap hektarnya. Selanjutnya taburkan pada areal disekeliling lubang yang telah ditugal sebelumnya, yang telah ditanami dengan benih jagung pada umur 1 minggu setelah tanam. Adapun dosis penggunaan pupuk campuran tersebut ½ sendok (10 grm) untuk setiap lubang.

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara:

Campurkan 5 sendok pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air kedalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian batang, daun dan buah hingga merata

WAKTU PENYEMPROTAN

1. Umur 3 minggu (21 Hari Setelah Tanam) berguna untuk menambah anakan padi

2. Umur 5 minggu (35 Hari Setelah Tanam) berguna untuk pertumbuhan anakan, mempersiapkan proses pembuangaan.

3. Umur 7 minggu (49 Hari Setelah Tanam) berguna untuk memperkuat bunga untuk buah padi agar kwalitas produksi biji padi lebih baik.

4. Umur 9 minggu (63 Hari Setelah Tanam) berguna untuk memperberat isi biji padi dan dapat menghindari dari serangan hama.

TANAMAN JERUK

I. Perlakuan Pertama Dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 6 kg pupuk GREEN FERTILIZER® dicampur dengan pupuk UREA 50 kg (1 zak) dicampur merata untuk setiap hektarnya. Selanjutnya taburkan pada tanah sekitar pohon jeruk dengan jarak 1 Kaki (± 30 cm) dengan dosis 3½ sendok (70 grm) setiap pohon, dari hasil pupuk campuran tadi. Namun sebelumnya untuk mendapatkan hasil yang baik, maka tanah disekitar pohon tersebut digemburkan atau digali dengan kedalaman ± 5 cm. Agar dipastikan terserap oleh akar di dalam tanah untuk proses METABOLISME.

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara:

Campurkan 5 sendok pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air kedalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian daun dan batang hingga merata. Dan penyemprotan dilakukan 2 bulan sekali untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Catatan :

v Untuk PENABURAN dilakukan 2 Kali dalam setahun

v Untuk PENYEMPROTAN dilakukan sebanyak 6 kali dalam setahun

v Untuk penyemprotan bunga untuk buah sebaiknya pengaturan NORSELL (Alat Semprot) dibuat menyebar dan jarak semprotnya ± 20 cm.

v Untuk penyemprotan batang dan buah yang siap petik, pengaturan NORSELL (Alat Semprot) dibuat 1 mata / arah agar hasilnya dapat memuaskan dan jarak semprotnya sedekat mungkin.

v Untuk kondisi tanaman jeruk yang kritis maka perawatannya agar lebih intensif dengan menambah frekwensi penyemprotan yakni 1 kali dalam sebulan.

v Untuk mekanisme perawatan tanaman jeruk haruslah mendapat perhatian khusus dari para petani yakni untuk tanaman jeruk yang rimbun atau lebat maka terlebih dahulu dilakukan pemangkasa, sebelum proses penyemprotan adan penaburan dilaksanakan.

v Senantiasa berkonsultasi tentang hal-hal tekhnis yang berlaku dilapangan kepada penyuluh lapangan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

TANAMAN KOPI, MERICA, CENGKEH, KAPAS DAN KARET

I. Perlakuan Pertama Dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 6 kg pupuk GREEN FERTILIZER® dicampur dengan pupuk UREA 50 kg (1 zak) dicampur merata untuk setiap hektarnya. Selanjutnya taburkan pada tanah sekitar pohon Kopi, Merica dan Cengkeh dengan jarak 1 kaki (± 30 cm) dengan dosis 3½ sendok (70 grm) setiap pohon, dari hasil pupuk campuran tadi. Namun sebelumnya untuk mendapatkan hasil yang baik, maka tanah sekitar pohon tersebut digemburkan atau digali dengan kedalaman ± 5 cm terlebih dahulu. Agar dipastikan terserap oleh akar di dalam tanah untuk proses METEBOLISME.

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara:

Campurkan 5 sendok pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air kedalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian bunga untuk buah, batang, tangkai dan buah hingga merata.

Catatan :

v Untuk PENABURAN dilakukan 2 Kali dalam setahun

v Untuk PENYEMPROTAN dilakukan sebanyak 6 kali dalam setahun

v Untuk penyemprotan bunga untuk buah sebaiknya pengaturan NORSELL (Alat Semprot) dibuat menyebar dan jarak semprotnya ± 20 cm.

v Untuk penyemprotan batang, tangkai dan buah, pengaturan NORSELL (Alat Semprot) dibuat 1 mata / arah agar hasilnya dapat memuaskan dan jarak semprotnya sedekat mungkin.

v Untuk kondisi tanaman Kopi, Merica, dan Cengkeh, yang kritis maka perawatannya agar lebih intensif dengan menambah frekwensi penyemprotan yakni 1 kali dalam sebulan.

v Untuk mekanisme perawatan tanaman Kopi, Cengkeh,Kapas dan Karet haruslah mendapat perhatian khusus dari para petani yakni untuk tanaman Kopi yang rimbun atau lebat maka terlebih dahulu dilakukan pemangkasa, sebelum proses penyemprotan adan penaburan dilaksanakan.

v Senantiasa berkonsultasi tentang hal-hal tekhnis yang berlaku dilapangan kepada penyuluh lapangan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

TANAMAN TEBU

PROSES PEMBIBITAN ATAU PESEMAIAN

Dengan cara :

Menyiapkan benih Tebu yang akan ditanam didalam suatu wadah yang cukup untuk menampungnya. Selanjutnya masukan air kedalam wadah tersebut sebanyak 15 liter disertai pupuk GREEN FERTILIZER® dengan dosis 5 sendok (100grm). Rendam benih Tebu tersebut selama 24 jam sebelum ditanam. Perendaman ini dilakukan bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan serentak.

MASA TANAM

I. Perlakuan pertama dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 5 kg pupuk GREEN FERTILIZER® dicampur dengan pupuk UREA 400 kg (8 zak) dicampur merata untuk setiap hektarnya. Selanjutnya taburkan pada areal disekeliling lubang yang telah ditugal, yang telah ditanami dengan benih Tebu pada umur 1 minggu setelah tanam. adapun dosis penggunaan pupuk campuran tersebut ½ sendok (10 grm) untuk setiap lubang.

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara:

Campurkan 5 sendok pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air kedalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian bunga untuk buah, batang, tangkai dan buah hingga merata.

WAKTU PENYEMPROTAN

1. Umur 3 minggu (21 Hari Setelah Tanam) berguna untuk pertumbuhan akar dan memperkuat batang

2. Umur 5 minggu (35 Hari Setelah Tanam) berguna untuk kesuburan daun

3. Umur 7 minggu (49 Hari Setelah Tanam) berguna untuk kwalitas produksi tanaman Tebu dengan randemen yang cukup tinggi.

4. Umur 9 minggu (63 Hari Setelah Tanam) berguna untuk memperberat isi biji padi dan dapat menghindari dari serangan hama.

TANAMAN JARAK

PROSES PEMBIBITAN DAN PERSEMAIAN :

Dengan Cara :

Menyiapkan bibit Jarak (Berupa Biji) yang akan ditanam di dalam suatu wadah yang cukup untuk menampungnya. Selanjutnya masukan air kedalam wadah tersebut sebanyak 15 Liter, disertai pupuk GREEN FERTILIZER® dengan dosis 5 Sendok (100 grm). Rendam bibit Jara tersebut selama 24 jam sebelum disemaikan di(Nusrey Kecil). Perendaman bibit ini dilakukan atar tanaman Jarak dapat tumbuh dengan serentak. Masa dari Nusrey Kecil dipindahkan ke Nusrey Besar (Lubang yang siap tanam diareal tanam) ± 1 bulan.

MASA TANAM

I. Perlakuan pertama dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan Cara :

Lakukan STERIL tanah dengan cara penaburan (pupuk dasar). Dengan komposisi 6 kg pupuk GREEN FERTILIZER® dicampur dengan pupuk UREA 50 kg (1 zak) dicampur merata untuk setiap hektarnya. Selanjutnya taburkan pada tanah sekitar pohon Jarak dengan jarak ± 10 cm dengan dosis 3½ sendok (70 grm) setiap pohon dari pupuk campuran tadi. Namun sebelumnya tanaman Jarak tersebut sudah ditanam terlebih dahulu kedalam Nusrey besar atau lahan yang siap tanam. Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka tanah disekitar pohon tersebut digemburkan atau digali dengan kedalaman ± 5 cm terlebih dahulu. Agar pupuk tersebut dipastikan terserap oleh akar di dalam tanah untuk proses METABOLISME.

II. Perlakuan Kedua Yaitu Dengan Penyemprotan (Perawatan)

Dengan cara :

Campurkan 5 Sendok pupuk GREEN FERTILIZER® dengan air dalam HAND PRAYER (Pompa tangki yang berisi 15 liter air). Lalu semprotkan pada bagian batang bawah sampai tangkai serta buah Jarak hingga merata.

Waktu penyemprotan dilakukan 1 bulan sekali untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Catatan :

v Untuk PENABURAN dilakukan 2 Kali dalam setahun

v Untuk PENYEMPROTAN dilakukan sebanyak 12 kali dalam setahun

v Untuk penyemprotan bunga untuk buah sebaiknya pengaturan NORSELL (Alat Semprot) dibuat menyebar dan jarak semprotnya ± 20 cm.

v Untuk penyemprotan batang dan buah yang siap petik, pengaturan NORSELL (Alat Semprot) dibuat 1 mata / arah agar hasilnya dapat memuaskan dan jarak semprotnya sedekat mungkin.

v Senantiasa berkonsultasi tentang hal-hal tekhnis yang berlaku dilapangan kepada penyuluh lapangan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN JARAK

DENGAN PEMAKAIAN PUPUK GREEN FERTILIZER®

 
 

SYARAT-SYARAT TUMBUH :

Tanaman Jarak dapat tumbuh mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi. Kondisi tanah yang cocok untuk tanaman Jarak adalah SANDY LOAN dan CLAY yang penting tanah harus selalu gembur dan tidak menyimpan air terlalu banyak. Kandungan air yang baik adalah pada kedalaman 150-200 cm di bawah permukaan tanah.

Keadaan Ph tanah yang cocok untuk tanaman Jarak adalah 5,5-5,6 sementara iklim merupakan pedoman utama untuk bercocok tanam Jarak, ternyata tanaman Jarak harus selalu kecukupan air. Semua jenis Jarak harus berada di tempat yang tidak terlindung atau mendapatkan langsung pancaran sinar matahari.

BERCOCOK TANAM :

Langkah awal dari persiapan tanaman Jarak harus dimulai dengan pembukaan dan pengolahan tanah secara sempurna agar dapat menghasilkan produksi Jarak yang optimal.

Lobang tanaman harus sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum dilakukan penanaman. Pembuatan lobang tanaman dengan ukuran 50 x 50 x 50 cmatau 50 x 50 x 40 dan jarak antar lobang adalah 2 x 2 meter atau 2 x 1,5 meter. Hal ini dimaksudkan agar perkembangan volume akar tunggang dan ranting dapat seimbang. Hal lain yang dapat diperhatikan dalam pembuatan lubang tanaman adalah lapisan atas dan lapisan bawah dipisahkan.

MENANAM JARAK :

Bibit jarak yang akan di tanam harus dipilih yang sungguh-sungguh memiliki kwalitas yang baik, dan akhirnya akan memberikan hasil yang memuskan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dan Bibit Jarak diusahakan dengan menggunakan biji.

Tanaman Jarak pada umumnya menyukai tanah yang mengandung banyak humus,sirkulasi udara bagus,mudah memperoleh O2,Kaya bahan organis dan permukaan kadarair tanahnya agak dalam.

HAMA DAN PENYAKIT :

1. Hama Tanaman Jarak

Intensitas penyerangan hama tanaman jarak sering terjadi pada musim kemarau,hal ini merupakan kebalikan dari serangan penyakit.pada prinsipnya hama ataupun penyakit tanaman jarak sama-sama merugikan,maka keduanya perlu diwaspadai dan dan diamati secara seksama.

2. Penyakit Tanaman Jarak

Penyaki dapat menyerang pada seluruh bagian tanaman jarak. Penyakit yang sering menyerang tanaman jarak adalah :

Penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri

Penyakit yang disebabkan oleh virus

Penyakit yang disebabkan oleh Nematode

Penyakit yang disebabkan oleh kekurangan zat-zat makanan

PEMETIKAN BUAH JARA :

Pemetikan buah jarak harus dilakukan dengan baik dengan cara yang tepat. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemetikan buah jara :

Buah tidak terasa terlalu keras lagi

Buah bagian bawah sudah terasa empuk

Jangan terlalu lama membiarkan buah jara di pohon

TANAMAN RUMPUT LAUT (JENIS GRACELARIA/SANGO-SANGO)

PROSES PEMBIBITAN ATAU PESEMAIAN :

Dengan Cara :

Menyiapkan bibit rumput laut (Sango-Sango) yang akan ditebar di dalam suatu wadah yang cukup untuk menampungnya. Selanjutnya masukan air kedalam wadah tersebut sebanyak 15 liter disertai pupuk GREEN FERTILIZER® dengan dosis 5 Sendok (100 grm). Rendam bibit rumput laut (Sango-Sango) tersebut selama 24 jam sebelum dipindahkan keareal tambak. Perendaman bibit ini dilakukan bertujuan agar tanaman rumput laut (Sango-Sango) dapat tumbuh secara cepat dan proses tumbuhnya dapat serentak.

MASA TANAM :

Perlakuannya dengan Penaburan (Pemupukan Dasar)

Dengan cara:

Lakukan penaburan (Pupuk Dasar) pada areal tambak yang telah dipenuhi oleh tanaman rumput laut (Sango-Sango). Komposisinya yaitu 3 kg pupuk GREEN FERTILIZER® /Ha untuk setiap aplikasi.

WAKTU PENABURAN DILAKUKAN PADA :

1. Minggu pertama (Hari ke-1 s/d Hari ke-7 setelah tanam) berguna untuk memperbanyak jumlah rumpun dan memperkokoh akar.

2. Minggu ketiga (Hari ke-14 s/d hari ke-21 setelah tanam) berguna untuk memperberat timbangan serta menciptakan sistem imun pada tanaman sehingga tidak mudah terserang hama penyakit.

TANAMAN RUMPUT (JENIS EUCHEUMA / KATONIK)

PROSES PEMBIBITAN ATAU PERSEMAIAN :

Dengan cara :

Menyiapkan bibit rumput laut (Katonik) yang akan ditebar di dalam suatu wadh yang cukup untuk menampungnya. Selanjutnya masukkan air kedalam wadah tersebut sebanyak 15 liter disertai pupuk GREEN FERTILIZER® dengan dosis 10 Sendok (200 grm). Rendam bibit rumput laut (Katonik) tersebut selama 2 x 24 jam sebelum dipindahkan keareal yang akan dipakai. Perendaman bibit ini dilakukan bertujuan agar tanaman rumput laut (Katonik) dapat tumbuh secara cepat dan proses tumbuhnya dapat serentak.



KANDUNGAN YANG TERDAPAT DALAM PUPUK GREEN FERTILIZER®
12 Desember 2007, 6:10 PM
Filed under: Data Laboratorium

KANDUNGAN YANG TERDAPAT DALAM PUPUK GREEN FERTILIZER ®

(berdasarkan Report Of Analysis dari SUCOFINDO)

u

Nitrogen 1.03 %

uP205 13.33 %

uK2O 0.04 %

uSulfat, SO4 25.28 %

uChloride (CL) 0.04 %

uOrganic Carbon (C) 0.32 %

uC/N Ratio 0.31

upH 10% Solution at 25.0° C 9.84

uIron (Fe) 90.46 ppm

uBoron (B) 19.20 ppm

uCopper (CU) 1.06 ppm

uCalcium (Ca) 0.01 %

uMagnesium (Mg) 0.02 %

uCobalt (Co) 0.80 ppm

uManganese (Mn) 4.99 ppm

uMolybdenum (Mo) 21.44 ppm

uZinc (Zn) 18.32 ppm

uMoisture 16.52 %

uAsh 77.62 %



PUPUK ORGANIK GREEN FERTILIZER®
12 Desember 2007, 3:47 PM
Filed under: Wacana
  1. Latar Belakang

 

Dalam upaya mencapai swasembada pangan dan meningkatkan ketahanan pangan serta peningkatan produksi tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, pemerintah telah melakukan berbagai terobosan melalui kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi serta perbaikan tehknik budidaya dengan pengadaan varietas unggul, pengaturan waktu tanam dan pemupukan yang berimbang.

 

Penggunaan pupuk an organic dalam kegiatan budidaya tanaman adalah merupakan salah satu input yang sangat penting dalam proses produksi tanaman. Pupuk an organic memegang peranan penting dalam memacu peningkatan produktifitas baik pada tanaman pangan, hortikultura mau pun tanaman perkebunan. Berkaitan dengan upaya pemerintah untuk swasembada beras dan meningkatkan ketahanan pangan, maka ketersediaan pupuk an organic menjadi sangat penting. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah memberlakukan kembali sub sidi pupuk an organic ( Urea, SP36, KCL dan pupuk majemuk) yang pada tahun 2006 nilainya mencapai ± 4,8 triliun rupiah.

 

Meskipun subsidi pupuk an organik telah diberikan namun peningkatan produksi tanaman belum memenuhi harapan. Disisi lain, semakin menipisnya ketersediaan bahan baku pembuatan pupuk an organic (gas alam) dan rendahnya produksi pupuk an organic dari beberapa pabrik pupuk dalam negeri telah menyebabkan ketersediaan pupuk an organic menjadi terbatas dan harga pupuk melonjak tinggi. Baca lebih lanjut